Selamat Datang…

Selamat datang di blog Membuka Mata Ketiga yang khusus membahas topik2 yang berhubungan dengan energi, aura, tenaga dalam, chi dan indera keenam, terutama tentang cara membuka mata ketiga dengan cara yang sangat cepat, yang dikembangkan dari disiplin ilmu chikung & hypnotherapy.

Apa itu mata ketiga?

Ketika kita berinteraksi dengan lingkungan, kita menggunakan panca indera, yaitu inder penglihat, pendengar, perasa, pengecap dan penciuman.

Selain panca indera, setiap orang dibekali dengan mata bathin atau mata ketiga yang memungkinkan seseorang untuk melihat, mendengar maupun merasakan energi, aura, makhluk dari dimensi lain dan juga untuk menerawang peristiwa yang bakal terjadi di tempat lain maupun masa depan.

Bagi praktisi pengobatan prana, tenaga dalam, meditasi, chikung, reiki dan lain lain, mata ketiga yang aktif bisa sangat membantu dalam mendeteksi energi maupun penyakit, dan membuka mata ketiga merupakan kemampuan yang menjadi salah satu tujuan dari latihan yang rutin.

Pada beberapa orang yang dikaruniai bakat, mata ketiganya terbuka secara alami, tapi umumnya mata ketiga itu baru terbuka dengan latihan meditasi, tenaga dalam dan latihan energi lainnya yang butuh waktu berminggu minggu, berbulan bulan bahkan ada yang butuh waktu bertahun tahun untuk mengaktifkannya.

Sebagai seorang hypnotherapist & praktisi chikung, saya mengembangkan teknik berlatih yang bisa digunakan untuk membantu pembukaan mata ketiga.

Informasi tentang pelatihannya: www.Turbo-shine.com

Kajian Ilmiah tentang Aura

Setiap makhluk hidup memiliki medan energi berupa gelombang elektromagnetik yang menyelubunginya dengan panjang gelombang dan frekwensi tertentu.

Secara umum gelombang elektromagnetik yang menyelubungi tubuh manusia dan makhluk hidup ini dikenal dengan nama Aura.

Pada masa ini dengan kemajuan teknologi optik keberadaan gelombang elektromagnetik tubuh tersebut dapat dibuktikan secara nyata dengan hasil foto menggunakan Fotografi Kirlian yang diciptakan oleh S. Kirlian, seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia pada tahun tahun 1935.

Sekitar tahun 1985, beberapa ahli riset menemukan teknologi baru yang dikenal dengan Fotografi Aura. Teknologi ini menggunakan sensor biofeedback pada kedua tangan dan mengirimnya ke kamera kemudian mencetaknya dalam bentuk foto polaroid. Dari teknologi ini, dapat dilihat aura diri sendiri secara statis yang tercetak dalam lembaran foto.

Dari aspek fungsional, dengan kamera tersebut kita dapat melihat selubung elektromagnetik yang menyelimuti tubuh manusia dengan perwujudan beragam spektrum warna dengan implikasi berdasarkan kondisi fisik dan psikisnya.

Fotografi Aura dapat juga memfoto aura tumbuhan, hewan, batu kristal (yg mengandung energi) juga mampu menangkap gelombang energi makhluk halus (Jin). Khusus untuk aura Jin biasanya energi yang terekam berwarna merah.(sesuai dengan karakter Jin yg panas).

Perkembangan teknologi aura ini kian hari kian menarik sejak ditemukannya Computerized Multimedia Biofeedback System oleh seorang periset asal Jerman bernama Fisslinger pada tahun 1998. Dengan menggunakan komputer tersebut dapat dilihat secara langsung dan dinamis aura seseorang pada layar monitor. Computerized Multimedia Biofeedback System, ini diberi nama Aura Video Station. Teknologi terbaru ini menggunakan beberapa pengetahuan untuk menunjangnya, seperti teknologi komputer, biofeedback, pengetahuan tentang color therapy dan pengobatan dengan vibrasi.

Dengan menggunakan Aura Video Station dapat dikenali diri seseorang yang sesungguhnya. Yaitu:

- Mengetahui level stres dan relaksasi.

- Kondisi pikiran dan badan.

- Level energi di badan.

- Dominasi Yin-Yang.

- Grafik analisa pikiran, badan dan jiwa (mind-body-spirit).

- Kondisi esmosi diri.

- Dominasi energi di bagian kepala dan jantung.

- Dilengkapi analisa Aura sebanyak 14 lembar.

Penampakan Aura manusia biasanya selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan kepribadian dan kesaktian orang yg bersangkutan. Aura seseorang juga dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungannya.

Orang yang lagi Trance (kesurupan) atau lagi punya kekuatan, nampak foto auranya berwarna merah. Dalam kasus lain jika seorang pasien yang kakinya diamputasi, maka esok harinya dia akan merasa kakinya seperti memakai kaos kaki. Ini disebut dengan fenomena fantom. Jika kaki yang diamputasi itu difoto dengan metode Kirlian, maka masih akan nampak bekas kaki aslinya. Fenomena ini bisa dipakai dalam foto forensik.

Aura dan Penggunaannya

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Fisslinger, terdapat 12 jenis warna aura yang dapat mengindikasikan sifat dan karakter orang yang bersangkutan.

Melalui analisis aura, ada beberapa hal yang dapat diketahui dan dapat pula diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu, dalam bidang psikologi dan kesehatan.

Para peneliti dengan Foto Aura menyimpulkan antara orang yang sehat dengan yang sakit memiliki bentuk dan kecerahan warna medan aura yang berbeda. Bahkan jika secara fisik dikatakan sehat, namun masih dapat dilihat apakah auranya mengatakan demikian. Karena sebelum kondisi fisik timbul, medan energi atau aura itu sudah memberikan indikasinya.

Untuk rekrutmen pegawai, dapat dilihat kecocokan personalitas dengan bidang pekerjaannya. Khusus bagi orang-orang yang mendalami olah napas atau tenaga dalam, dapat mengetahui sejauh mana keaktifan 7 pusat energi di badannya, sedangkan bagi orang-orang yang menekuni olah spiritual (meditasi, wirid, dll.) dapat diketahui teknik mana yang benar dan berhasil sesuai apa yang dikehendakinya.

Sumber: http://jumpmall99.multiply.com/journal/item/5

ARTI SERTA MAKNA WARNA AURA

 MERAH

Jika seseorang pancaran auranya berwarna merah berarti ia dipenuhi sifat kuasa dan ego untuk mencapai kesuksesan.Warna merah ini sering tertahan dimasa kecil, dimana dari lingkungan keluarganya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita keluarga, sehingga tampak keruh dan berantakan.Setelah beranjak dewasa dan mampu hidup mandiri, auranya akan meluas dan ia akan mampu melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.

Orang yang mempunyai warna latar aura merah, sifatnya suka memrintah, bertanggung jawab dan mempunyai sifat pemimpin. Mempunyai sifat kasih sayang dan sikap hangat kepada sesame. Merah juga menAndakan sifat berani.Sifat negative dari warna merah adalah penggugup.

JINGGA (Pink)

Seseorang yang pancaran auranya berwarna jingga, maka ia mempunyai sifat kepedulian.Mempunyai sifat alami kemampuan intuitif, bijaksana dan mudah bergaul. Warna jingga mempunyai sifat sebagai juru damai, timbang rasa, praktis. Sifat negatif warna jingga adalah, malas, tidak mampu dan tidak peduli.

KUNING

Seseorang yang pancaranya auranya berwarna kuning, mempunyai sifat yang antusias dan mengasyikan. Berpikir dengan cepat dan menghibur orang lain. Senang berkumpul, menikmati percakapan yang panjang. Senang belajar tapi sifatnya hanya coba-coba sehingga pengetahuanya hanya sebatas kulitnya saja. Warna kuning juga suka dengan gagasan dan berekspresi. Sifat negative dari warna kuning adalah malu-malu dan suka berdusta.

HIJAU

Jika seseorang pancaran auranya berwarna hijau, maka ia mempunyai sifat sejuk dan damai dan ia juga berbakat untuk menjadi seorang penyembuh alami. Sikapnya kooperatif, dapat dipercaya, dan murah hati. Sifat hijau menyukai tantangan, bekerja tanpa kenal lelah, mudah dimintai tolong. Sifat negatifnya bersifat kaku dalam memAndang setiap persoalan.

BIRU

Seseorang yang pancaran auranya berwarna biru, orang tersebut secara alami mempunyai sifat positf dan antusias. Warna biru biasanya berhati muda, tulus, jujur dan jika bertindak sesuai dengan pikirannya. Mempunyai kebebasan, tidak suka dibatasi atau dilarang. Menyukai perjalanan, menyaksikan tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru, bisa menutupi perasaan dan bisa menyimpan rahasia. Sifat negatifnya kesulitan menyelesaikan tugas.

NILA

Sifatnya hangat, menyembuhkan dan mengasuh. Senang memecahkan maslah, senang menolong. Sifat negatifnya ketidakmampuan mengatakan “tidak” sehingga sering dimanfaatkan orang lain.

UNGU

Seseorang yang pancaran auranya berwarna ungu, maka ia menyukai kegiatan-kegiatan spiritual dan metafisika. Sifat negatifnya merasa unggul dari yang lain.

PERAK

Mempunyai gagasan-gagasan besar, namun sebagian diantaranya tidak praktis. Sering tidak mempunyai motivasi.

EMAS

Mempunyai kemampuan menangani proyek-proyek dan mempunyai tanggung jawab dalam skala besar. Mempunyai sifat kharismatik, pekerja keras, sabar. Mencapai kesuksesan pada usia lanjut.

MERAH JAMBU

Mempunyai sifat yang tegas, keras kepala, cita-citanya tinggi dan mempunyai perencanaan. Secara alami mereka mereka adalah orang-orang sederhana, tidak berlagak, senang menjalankan hidup dengan tenang.

PUTIH

Sifatnya tidak menonjolkan diri, sederhana, sangat manusiawi laksana orang-orang suci. Tidak mempunyai sifat ego, lebih tertarik pada kesejahteraan orang lain.Intuitif, bijaksana, idealis dan cinta damai.

HITAM

Bila seseorang pancaran auranya berwarna hitam, bisa diartikan orang tersebut diselubungi oleh kemisterian, karena orang ini sifatnya kadang terbuka dan kadang tertutup. Warna hitam bisa diartikan mempunyaisifat yang tidak baik, culas artinya mempunyai maksud jelek terhadap oaring lain yang ditemuinya. Jika warna hitam berkombinasi dengan warna merah, orang tersebut mempunyai sifat yang tidak baik dan jahat.

Sumber: http://www.gelombangotak.com/arti_makna_aura.htm

Mata Ketiga

Mata ketiga merupakan mata spiritual yang terletak di antara 2 alis. bentuknya seperti mata fisik yang terbalik, memanjang dari atas ke bawah.Mata ketiga memiliki inti yang letaknya di kelenjar pineal.

Fungsi Mata ketiga:
- melihat energi
- melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
- melihat tembus pandang

1. Melihat energi
Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat melihat energi, melihat bentuknya dan warnanya seperti melihat aura, cakra dan melihat energi Qrak. Bahkan kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat atom dan elektron tanpa perlu bantuan miskroskop. Keuntungan dari kemampuan melihat energi adalah kita bisa melihat kondisi aura dan tubuh kita apakah dalam kondisi bersih atau kotor, serta kita dapat dengan mudah mempelajari sifat-sifat dari energi.

2. Melihat alam halus/dimensi lebih tinggi
Dengan menggunakan mata ketiga, kita dapat mengakses dan melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi. Dapat melihat alam mahkluk halus dan lain sebagainya.

3. Melihat tembus pandang
Kemampuan mata ketiga dapat digunakan untuk melihat tembus pandang seperti misalnya meniatkan melihat tulang jari-jari tangan maka akan terlihat tulang jari-jari tangan seperti pada foto rotgent, bisa digunakan untuk melihat organ-organ tubuh, dll.

Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing – masing orang tidak sama. Banyak faktor yang memengaruhinya.

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan mata ketiga:
- tingkat kebersihan mata ketiga
- kundalini
- kemahiran menggunakan mata ketiga

Bagian – bagian dari mata ketiga.

1. Mata ketiga
Letaknya di tengah – tengah dahi. Pada kondisi tertutup, secara waskita mata ketiga tidak akan kelihatan sama sekali, baru setelah terbuka mata ketiga baru terlihat seperti mata fisik yang terbalik memanjang secara vertical.

2. Inti mata ketiga
Letak inti mata ketiga persis ditengah-tengah kepala, atau persisnya adalah kelenjar pineal. Fungsi inti mata ketiga adalah untuk memperkuat kemampuan mata ketiga dan sebagai pusat fokus dan konsentrasi dari mata ketiga.

3. Saluran mata ketiga
Saluran mata ketiga memiliki fungsi menghubungkan mata ketiga dengan inti mata ketiga dan dasar otak. Saluran mata ketiga melintang dari tengah dahi (mata ketiga) menuju belakang kepala (dasar otak) melewati kelenjar pineal (inti mata ketiga)

4. Dasar Otak
Dasar Otak terletak di kepala bagian belakang, memiliki fungsi sebagai pusat kesadaran.

5. Intisari energi mata ketiga
Letaknya di dalam saluran mata ketiga. Memiliki fungsi sebagai energi untuk melihat, jika dalam tabung televisi atau monitor computer merupakan kumpulan serbuk halus yang memendarkan banyak warna – warna cahaya sehingga dapat menimbulkan gambar pada layar monitor komputer maupun pada layer televisi. Jika intisari energi mata ketiga sedikit maka mata ketiga tidak dapat berfungsi.

6. Selaput belakang mata ketiga
Terletak di bagian paling belakang saluran mata ketiga, selaput ini memisahkan saluran mata ketiga dengan layer mata ketiga, saat selaput mata ketiga telah terbuka, gambar pada layar mata ketiga dapat terproyeksi dengan baik.

7. Layar mata ketiga
Letaknya di belakang kepala, berada di luar dari saluran mata ketiga.
Fungsinya adalah untuk memproyeksikan gambar dari mata ketiga.

8. Saluran penghubung mata ketiga dan dasar otak
Saluran ini melintang dari inti mata ketiga hingga dasar otak. Memiliki fungsi menghubungkan mata ketiga dengan dasar otak.

Cara Membuka mata ketiga:

Dengan latihan melakukan meditasi pada mata ketiga
Caranya :
Duduk meditasi, mata tertutup, santai.
Niatkan untuk melihat dari belakang kepala fokus ke titik antara 2 alis
Tetap berada dalam kondisi diatas hingga 20 menit
Dengan latihan rutin minimal 1 hari 1 kali, mata ketiga akan terbuka dengan sendirinya.

Faktor yang menghambat terbuka dan berfungsinya mata ketiga:
1. Hambatan mental
2. Trauma
3. Aura keinginan yang terlalu kuat melihat dengan menggunakan mata ketiga
4. Energi kotor
5. Jin
6. Kurang Terlatih

Sumber: http://jogsa.net/2010/12/17/membuka-mata-ketiga-opening-third-eye/

Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga

Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.

 Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.

Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.

Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:

Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat, kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.

Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan.♥

Sumber : http://64.235.42.61/gdc/news/news161/index2.htm